Tampilkan postingan dengan label Agama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Agama. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 19 September 2009

Selamat Idul Fitri 1430 H

Allohu Akbar, Allohu Akbar, Allohu Akbar. Allohu Akbar walillahilhamd. Seiring takbir berkumandang menggema di relung jiwa, saya dengan segenap kerendahan hati mengucapkan "Taqobalallohu mina waminkum taqobal ya karim, kulla 'amin waantum bikhairin, shiyamana washiyamakum. Selamat Idul Fitri 1430 H, Mohon Maaf Lahir dan Batin"

Selasa, 30 September 2008

Selamat Idul Fitri 1429 H

Allohu akbar, Allohu akbar, Allohu akbar. Laa ilahailallohuwallohu akbar, Allohu akbar walillahilhamd. Takbir berkumandang menyambut kemenangan. Taqobalallohu minnawaminkum, minal aidin walfaizin. Selamat Idul Fitri 1429 H, mohon maaf lahir dan batin.

Minggu, 07 September 2008

Ngabuburit

Ngabuburit atau menunggu sore atau bahasa Tegalnya 'golet kembang so' lazim dilakukan dalam bulan puasa. Di Bumijawa kegiatan ini lebih terpusat di sekitar pasar di mana banyak pedagang makanan untuk berbuka puasa. Jenis makanan dan jajanan itu antara lain kolak, puli ketan, kelapa muda, cadil, pacar, berbagai jenis es dan dawet, martabak, sate ayam dan kambing, berbagai gorengan, dll. Maka di sore hari Bumijawa ramai akan orang-orang yang berlalu lalang atau mengerubungi pedagang makanan. Dengan banyaknya pembeli ini entah merupakan indikasi meningkatnya ekonomi dan daya beli atau meningkatnya konsumsitifme, atau keduanya. Entahlah .....

Minggu, 23 Maret 2008

Mu'alekan

Setiap memasuki bulan Robiul Awal (Mulud), di daerah saya setiap ba'da maghrib akan terdengar riuh rendah semarak umat muslim mengumandangkan bacaan Kitab Barzanji, Dhiba, atau pun Burdah melalui pengeras suara masjid dan musholla. Kata ''mu'alekan'' mungkin berasal dari kalimat pada kitab tersebut yang berbunyi, ''Assalamu'alaik 'alaika....'' dst.
Kegiatan ini berlangsung mulai malam tanggal 1 sampai dengan malam tanggal 12 setiap ba'da maghrib sampai isya. Anak-anak kecil pun sangat senang dengan tradisi tahunan ini. Mereka dengan riang gembira menyahuti pemimpin barzanji. Mengapa mereka bergembira? Salah satunya karena setelah selesai ada hidangan yang disantap bersama-sama, dengan penuh kebersamaan. Betapa damainya...........