Rabu, 26 Agustus 2009
Membangun tapi....
Pasir adalah bahan bangunan yang sangat vital. Tanpa pasir bangunan tak bisa berdiri. Di daerahku jika akan membangun rumah atau bangunan lain pasir dibeli dari daerah lain tentunya dengan harga yang mahal. Untuk mengganti fungsi pasir yang mahal tersebut digunakanlah tras. Tras adalah tanah pasir yang diambil dari dalam tanah. Umumnya berwarna kecoklatan. Tras ini diambil dengan menggali bukit yang mengandung tras. Tidak semua bukit mengandung tras. Setelah digali bukit akan bertebing tegak penuh lubang bahkan ada yang seperti gua. Tentu ini sangat membahayakan bagi penggalinya dan tentunya juga lingkungan menjadi rusak. Tapi memang dilematis, di satu sisi sangat dibutuhkan di sisi lain menyebabkan kerusakan lingkungan. Di satu pihak bisa menggerakkan ekonomi kerakyatan dan wira usaha dengan usaha produksi batako atau penjualan tras dan batu itu sendiri di pihak lain berapa kerugian yang harus dibayar dengan adanya kerusakan lingkungan tersebut serta bencana yang sewaktu-waktu bisa timbul. Walohu a'lam bishowab.
Kamis, 06 Agustus 2009
Foto-foto wisuda
Inilah beberapa gambar saat wisuda 2 Juni 2009 yang diawali dengan seminar sehari sebelumnya (1 Juni 2009)
Sabtu, 18 Juli 2009
Wisuda
Tanggal 2 Juni 2009 yang lalu adalah hari yang sangat bersejarah bagiku, di mana pada hari itu aku dapat mencapai suatu tahapan pendidikan yang disebut sarjana. Memang sih terlambat tapi mungkin dari pada tidak sama sekali. Walau pun sudah berlalu agak lama, hal ini aku tulis juga sebagai ungkapan rasa terima kasihku kepada ibuku (alm), bapakku, isteri dan anakku, saudara-saudaraku, dan seluruh keluarga besarku. Tanpa dukungan, bantuan, dan doa mereka semua tentu aku tak dapat mencapai hal ini. Terima kasih.
Minggu, 26 April 2009
Gunung Slamet Batuk-batuk
Sudah 10 hari ini aktivitas Gunung Slamet meningkat, dengan mengeluarkan asap hitam dan material pijar sehingga semua jalur pendakian ditutup menyusul peningkatan status dari 'waspada' menjadi 'Siaga'. Beberapa hari ini cuaca di wilayah Gunung Slamet mendung dan hujan, sehingga aku tak dapat mengambil gambarnya maka gambar yang pertama di atas saya ambil dari koran Suara Merdeka. Gambar ke-2 saya ambil pada tanggal 6 Juni 2008 dalam suasana tenangnya. Gunung yang secara geografis di 7 14,30 LS dan 109 12,30 BT, terletak di perbatasan kabupaten Tegal di barat laut, Pemalang di utara, Purbalingga di timur, Banyumas di selatan, dan Brebes di barat ini bertipe strato. Yang aku lihat kemarin secara periodik mengeluarkan asap hitam yang besar. Hari ini aku tak bisa lihat puncaknya karena mendung. Pemkab, Dinkes, Puskesmas Bumijawa, serta SAR pun bersiap siaga dengan mendirikan posko siaga darurat bencana. Semoga Alloh selalu melindungi kita semua sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Kata wong Tegal, 'Kabeh-kabeh apa jarene sing ngecet mengkreng'.
Rabu, 22 April 2009
Owabong 'Melawan Arus'
Liburan kemarin aku plesir ke Owabong, Purbalingga Jawa Tengah. Pada kunjungan yang ke sekian kali ini sudah banyak wahana baru, sesuai janji pengelolanya bahwa tiap tahun ada dua wahana baru. Ada Pantai Bebas Tsunami, flying fox, studio 3 dimensi, dan yang sedang dalam persiapan (belum beroperasi) adalah kolam air hangat. Wahana lama yaitu olimpic pool, ember tumpah, kolam arus, water boom 13 m, kolam istana air, dll. Wahana yang hilang kolam kano dan atv. Ada juga permainan tembak beregu. Juga ada hiburan musik. Pokoknya sangat cocok untuk rekreasi keluarga.
Langganan:
Postingan (Atom)




