Kamis, 28 Februari 2013

Seleksi Tertulis Lomba LCC Mapel Tingkat Provinsi Jawa Tengah

Faishal Anwar (Fais), Hana Lailatul Syifa, dan Zharfan Onetian Nashrulloh dibawah bimbingan Bapak Agus Sukandar, S.Pd mengikuti seleksi tertulis Lomba LCC Mapel Tingkat Provinsi Jawa Tengah Tahun 2013. Walaupun belum berhasil di tahap ini namun sudah cukup membanggakan. Semoga pengalaman ini berguna bagi mereka di kemudian hari.

Senin, 25 Februari 2013

Juara I LCC Mapel Tingkat Kabupaten Tegal Tahun 2013

Faishal Anwar (Fais), Hana Lailatul Syifa, dan Zharfan Onetian Nashrulloh dari SDN Bumijawa 01 menjadi juara I Lomba LCC Mapel Tingkat kabupaten Tegal Tahun 2013 dan berhak maju ke tingkat Provinsi Jawa Tengah.

Minggu, 17 Februari 2013

Juara I Lomba LCC Mapel 2013 Kecamatan Bumijawa Kabupaten Tegal

(Faishal Anwar(Fais), Hana Lailatul Syifa, dan Zharfan Onetian Nashrulloh / SD Negeri Bumijawa 01 juara I Lomba LCC Mapel Tahun 2013 Tingkat Kecamatan Bumijawa)

Sabtu, 22 Desember 2012

SUATU HARI DI SLAWI

Angin lisus (puting beliung) di lapangan Dukuhsalam, Slawi, Tegal jadi tontonan warga.

Rabu, 19 September 2012

Lebaran di Krakal

Lebaran di kampung tak lupa plesir-plesir. Kali ini ke bendungan Wadaslintang di Kecamatan Padureso Kabupaten Kebumen. Hanya sekira 13 km dari Krakal. Melewati Sawangan, Wonokromo, Kaliputih, dan Sendangdalem. Jalan yang dilalui lumayan bagus,hanya ada beberapa titik yang rusak. Jalan berliku penuh tanjakan dan tikungan. Asyikkkkkkkkk. Tak usah cepat-cepat karena jalan agak sempit. Kita nikmati pemandangan indah nan hijau di sepanjang perjalanan.

Bendungan yang diresmikan oleh Bapak Presiden Soeharto ini dulu menjadi tempat wisata favorit di sekitar Kebumen pada tahun 80 sampai 90-an. Pulangnya bisa kembali lagi atau mau lewat Prembun. Terserah.

Yah ............ refreshing sambil mengingat masa lalu.

Sabtu, 15 September 2012

BRONJONG DAN TALUT BARU DI KEDUNGBENER KRAKAL

Pulang kampung lebaran kali ini ada yang baru nich ......... (kaya Afika). Yaitu bangunan bronjong dan talut baru di pinggir kali Kedungbener sekitar Pasar Indrakila Krakal (di tempat yang pernah saya tulis sebelumnya). Tujuannya tentu sangat baik yaitu mencegah erosi yang menghabiskan lahan warga dan melindungi pemukiman dari banjir, karena wilayah ini merupakan langganan banjir setiap tahunnya.
Tentu kita selayaknya berterima kasih kepada pemerintah mulai dari kepala desa dan seterusnya atas pembangunan bronjong dan talut ini karena bisa mencegah erosi dan melindungi dari banjir tahunan.
Namun ada hal yang agak terganggu yang terjadi dengan pembangunan talut tersebut, yaitu aktivitas para petani dalam pergi dan pulang ke sawah. Yaitu harus melintas dengan menaiki dan menuruni talut yang agak merepotkan apalagi jika sedang membawa/memikul hasil bumi seperti padi, singkong, atau rumput yang tentunya sangat berat. Belum lagi jika harus menuntun sapi ke sawah untuk membajak nanti di musim menggarap sawah. Tetapi yang penting kita cari solusinya untuk kebaikan bersama.

Senin, 20 Desember 2010

Erosi Kali Kedungbener Sangat Mengkhawatirkan

Kali Kedungbener mengalir dari wilayah kecamatan Sadang sampai kecamatan Buluspesantren kabupaten Kebumen melewati kecamatan Alian juga Kebumen. Kali yang merupakan anak dari Kali Lukulo ini mempunyai sifat yang sama dengan induknya. Lukulo kira-kira artinya "lekukan tubuh ular" maksudnya bentuknya berkelok-kelok seperti ular yang sedang berjalan. Kali Kedung bener ini juga demikian, berkelok-kelok bahkan bergeser-geser dengan "memakan" tanah disekitarnya alias erosi.

Erosi di Kali Kedungbener terjadi hampir di semua wilayah alirannya (DAS). Sebetulnya pemda kabupaten Kebumen sudah banyak membuat bronjong di sepanjang bantaran kali ini, namun masih ada wilayah yang belum dibronjong sehingga masih terkena erosi.

Wilayah erosi yang saya ambil gambar di atas terletak di desa Krakal RT 02 RW 03. Sebenarnya sekira 500 meter di atas dan dibawah wilayah tersebut sudah dibronjong juga, namun wilayah ini belum. Memang wilayah yang erosi ini "hanya" lahan pertanian warga yang tidak mengganggu pemukiman penduduk maupun jalan raya Krakal-Kebumen. Akan tetapi bukankah aset warga yang merupakan sumber pendapatan mereka harus dilindungi? Selain itu juga untuk menjaga lingkungan dari kerusakan.
Semoga Pemda Kebumen segera membuat bronjong di wilayah tersebut.

Rabu, 06 Oktober 2010

Objek Wisata Baru di Bumijawa

Selama ini jika kita bicara objek wisata di Tegal bagian selatan adalah Pemandian Air Panas Guci.

Namun sekarang ada objek wisata baru yang terletak di Bumijawa. Namanya Sulaku Bumijawa Park.
Objek wisata ini bisa memecah keramaian dan kemacetan Guci terutama saat lebaran.


Selain udara yang sejuk dan segar, di sana tersedia berbagai fasilitas seperti kolam pemandian (air dingin) dengan prosotan dan ember tumpah, ada flying fox bahkan 2 tempat, ada kolam pemancingan, mengendarai atv di kebun strawberi, aneka bibit pertanian dan bunga, bahkan ada pula jamu tradisional, dll.

Namun karena masih baru jadi masih banyak dilakukan pembenahan dan penambahan fasilitas baru.

Nah, bagi anda yang mau berlibur bersama keluarga, di sini bisa menjadi tempat wisata alternatif selain Guci.

Rabu, 15 September 2010

Bronjong

Orang Krakal dan sekitarnya pasti mengenal tempat yang bernama Bronjong. Bronjong adalah kali di sebelah utara pasar Indrakila (bagian dari kali Kedungbener) yang sejak aku kecil tepinya diberi beronjong untuk mencegah erosi.

Waktu aku kecil Bronjong adalah tempat favorit untuk mandi, karena airnya yang dalam. Kami biasa mandi dan bermain di sana berjam-jam sampai kulit berwarna ungu (saking hitamnya kepanasan). Kami melompat dari jalan raya ke kali dengan sensasi yang luar biasa karena tebingnya yang tinggi.

Sekarang Bronjong sudah tidak begitu dalam. Mungkin karena pendangkalan atau debit airnya yang menurun. Hal ini bisa disebabkan penggundulan hutan di daerah hulu sungai Kedungbener. Bahkan sempat terjadi banjir bandang pada bulan Mei lalu.

Bronjong sekarang sudah tidak dipakai untuk mandi, tetapi menjadi tempat pemancingan umum walaupun aku tak yakin banyak ikannya. Di situ terdapat himbauan yang dibuat oleh Karang Taruna Indera Bhakti Krakal SubRW IV yang berisi larangan mencari ikan dengan racun, strum, peledak, dll. Hal ini sangat baik sebagai salah satu usaha menjaga kelestarian lingkungan.
Selamat memancing ria!

Minggu, 29 Agustus 2010

Mudik

Setiap akhir bulan Ramadhan orang-orang disibukkan oleh sebuah kegiatan yang bernama mudik. Tak terkecuali saya.
Menyebut kata mudik, bayangan masa kecil menerawang di atas kepala.
Riuh rendahnya atau tepatnya bisingnya suara bedug di masjid yang dipukul tepat jam 12 malam sehabis tadarusan, yang tujuannya membangunkan orang untuk sahur, walaupun kenyataannya belum waktunya. Bahkan kadang-kadang saking gaduhnya menyebabkan pak kyai marah. Hal tersebut masih jelas tergambar di dalam ingatan. Setelah capek memukuli bedug dengan sekuat tenaga lalu pulang untuk makan sahur. Ya, waktu masih jam 1, tidak seperti sekarang waktu sahur dihabiskan sampai imsak. Kemudian kembali lagi ke masjid untuk meneruskan tidur sampai pagi.

Mudik adalah pulang.Pulang ke orang tua. pulang ke saudara sanak famili. Pulang ke kampung halaman. Pulang dengan segenap rindu dendam. Walau di hati ada beban. Tak bisa bahagiakan orang tua, tak bisa berbuat banyak untuk saudara sanak familinya. Tak punya andil bagi kampung halamannya.

Orang tua, saudara sanak famili, kampung halaman adalah tempat di mana kita pulang.
Seperti saat ditanya apa fungsi rumah. Selain jawaban yang sangat normatif menurutku rumah adalah tempat kita pulang.
Orang tua, saudara sanak familì, kampung halaman adalah adalah 'rumah' tempat kita pulang setelah pergi ratusan kilo meter mencari nafkah. Itulah mudik.

Aku juga akan mudik, insya Alloh.

Selasa, 17 Agustus 2010

Kolang kaling si Buah Tajil

Siapa yang tak kenal kolang kaling, cemilan putih transparan yang rasanya kenyal dan segar yang biasa dibuat kolak atau manisan saat bulan Ramadhan.
Kolang kaling adalah buah dari pohon aren (arenga pinnata).
Kolang kaling mengandung kadar air yang sangat tinggi yaitu mencapai 93,8%. Zat gizi yang terkandung pada kolang kaling adalah protein 0,69%, 4 gram karbohidrat, kadar abu sekitar 1 gram, dan serat kasar 0,95 gram.
Karena mengandung karbohidrat maka dapat menimbulkan rasa kenyang, hal ini baik untuk orang yang sedang diet. Selain itu juga membantu proses pencernaan makanan karena mengandung serat.

Di bulan Ramadhan ini permintaan kolang kaling meningkat seperti yang dikatakan oleh pembuatnya di desa Dukuhtengah, Bojong, Tegal ketika kutanyakan mengapa membuatnya hanya saat bulan puasa. Katanya lagi, di lain bulan puasa harganya murah. Harga di tempat pembuatnya hanya Rp 7.000,- sedangkan di pasar mencapai Rp 10.000,-.
Untuk bisa dimakan, biji yang bergetah gatal saat masih mentah ini harus dibakar atau direbus selama 2 jam.

Nah, selamat berbuka puasa dengan kolak kolang kaling.

Senin, 16 November 2009

Nonton Lomba Burung Berkicau

Hari Minggu kemarin (15/11/2009) saya menonton lomba burung berkicau di halaman belakang Kantor Dinas Perikanan Purbalingga. Asyik, itu kesan yang saya dapat. Ada burung yang berkicau sambil berlompatan, ada yang sambil mengepakkan sayapnya, bahkan ada yang berkicau seperti sedang mabuk. Tapi sayang aku tak paham nama-nama burung itu walaupun sejatinya sudah diumumkan pengeras suara namun aku kurang jelas menangkapnya. Namun ada hal yang yang sangat mengganggu kenikmatan menonton saya yaitu suara teriakan pemilik burung tersebut kepada juri penilai supaya memperhatikan dan menilai burungnya masing-masing. Suara tersebut sangat gaduh bahkan banyak juga yang menggunakan peluit. Apa memang seperti itu adatnya? Soalnya aku baru sekali ini menontonnya. Apa tidak sebaiknya pemilik burung mempercayakan penilai tanpa teriakan. Apa tanpa teriakan penilai tak bisa bekerja secara profesional dan tak bisa dipercaya? Atau memang sudah menjadi budaya kita sulit mempercayai orang lain, suka mengatur, menilai sebelum pekerjaan selesai, dan senang berkomentar?

Sabtu, 19 September 2009

Selamat Idul Fitri 1430 H

Allohu Akbar, Allohu Akbar, Allohu Akbar. Allohu Akbar walillahilhamd. Seiring takbir berkumandang menggema di relung jiwa, saya dengan segenap kerendahan hati mengucapkan "Taqobalallohu mina waminkum taqobal ya karim, kulla 'amin waantum bikhairin, shiyamana washiyamakum. Selamat Idul Fitri 1430 H, Mohon Maaf Lahir dan Batin"

Rabu, 26 Agustus 2009

Jalur Alternatif Mudik 2009 ke Purbalingga, Purwokerto, Kebumen dan sekitarnya (Mudik sambil Refreshing)

Bagi anda yang akan mudik menuju Purwokerto, Purbalingga, Kebumen dan sekitarnya, anda bisa mencoba melewati jalur alternatif berikut yaitu dari Slawi-Yomani (Yamansari) belok kiri arah Guci (Wisata Pemandian Air Panas)-Tuwel-Karangsari-Pulosari-Pratin-Selaganggeng (Mrebet)-Purbalingga. Jalur ini akan menghindari kemacetan di Bumiayu. Untuk melanjutkan ke Kebumen ambil jurusan Banjarnegara, di pertigaan setelah SPBU Mandiraja belok kanan menuju Bendungan Sempor lalu Gombong. Jalur ini akan menghindari kemacetan di Buntu, Kemranjen atau Sumpiuh. Selama dalam perjalanan itu mata anda akan dimanja oleh pemandangan yang sangat indah serta udara yang sejuk di lereng Gunung Slamet. Namun melewati jalur ini dibutuhkan kondisi yang prima baik pengendara maupun kendaraannya, karena walaupun sebagian besar jalan beraspal hotmix tapi anda akan melewati tanjakan, turunan, dan belokan yang tajam, serta jalan yang agak sempit. Jalan yang rusak terdapat di wilayah Pulosari. Anda akan melewati kebun stroberi, pinggir hutan pinus, damar, serta pintu belakang Wana Wisata Baturaden. Di jalur itu juga ada beberapa alternatif jalur, bisa lewat Moga, Randudongkal, atau Gua Lawa Karangreja yang nantinya lewat Bobotsari lalu Purbalingga. Sekali lagi karena melewati jalan desa maka kondisi pengendara harus benar-benar fit supaya tidak lengah dalam menghadapi tanjakan, turunan, dan belokan yang tajam dan jangan ceroboh. Kendaraan pun harus sehat, bensin dan ban harus dipersiapkan dahulu untuk menghindari kehabisan bensin dan ban bocor sebab penjual bensin dan tambal ban jaraknya agak jauh-jauh. Nah, berani mencoba? Hati-hati dan waspada!

Membangun tapi....

Pasir adalah bahan bangunan yang sangat vital. Tanpa pasir bangunan tak bisa berdiri. Di daerahku jika akan membangun rumah atau bangunan lain pasir dibeli dari daerah lain tentunya dengan harga yang mahal. Untuk mengganti fungsi pasir yang mahal tersebut digunakanlah tras. Tras adalah tanah pasir yang diambil dari dalam tanah. Umumnya berwarna kecoklatan. Tras ini diambil dengan menggali bukit yang mengandung tras. Tidak semua bukit mengandung tras. Setelah digali bukit akan bertebing tegak penuh lubang bahkan ada yang seperti gua. Tentu ini sangat membahayakan bagi penggalinya dan tentunya juga lingkungan menjadi rusak. Tapi memang dilematis, di satu sisi sangat dibutuhkan di sisi lain menyebabkan kerusakan lingkungan. Di satu pihak bisa menggerakkan ekonomi kerakyatan dan wira usaha dengan usaha produksi batako atau penjualan tras dan batu itu sendiri di pihak lain berapa kerugian yang harus dibayar dengan adanya kerusakan lingkungan tersebut serta bencana yang sewaktu-waktu bisa timbul. Walohu a'lam bishowab.

Kamis, 06 Agustus 2009

Foto-foto wisuda

Inilah beberapa gambar saat wisuda 2 Juni 2009 yang diawali dengan seminar sehari sebelumnya (1 Juni 2009)

Sabtu, 18 Juli 2009

Wisuda

Tanggal 2 Juni 2009 yang lalu adalah hari yang sangat bersejarah bagiku, di mana pada hari itu aku dapat mencapai suatu tahapan pendidikan yang disebut sarjana. Memang sih terlambat tapi mungkin dari pada tidak sama sekali. Walau pun sudah berlalu agak lama, hal ini aku tulis juga sebagai ungkapan rasa terima kasihku kepada ibuku (alm), bapakku, isteri dan anakku, saudara-saudaraku, dan seluruh keluarga besarku. Tanpa dukungan, bantuan, dan doa mereka semua tentu aku tak dapat mencapai hal ini. Terima kasih.

Minggu, 26 April 2009

Gunung Slamet Batuk-batuk

Sudah 10 hari ini aktivitas Gunung Slamet meningkat, dengan mengeluarkan asap hitam dan material pijar sehingga semua jalur pendakian ditutup menyusul peningkatan status dari 'waspada' menjadi 'Siaga'. Beberapa hari ini cuaca di wilayah Gunung Slamet mendung dan hujan, sehingga aku tak dapat mengambil gambarnya maka gambar yang pertama di atas saya ambil dari koran Suara Merdeka. Gambar ke-2 saya ambil pada tanggal 6 Juni 2008 dalam suasana tenangnya. Gunung yang secara geografis di 7 14,30 LS dan 109 12,30 BT, terletak di perbatasan kabupaten Tegal di barat laut, Pemalang di utara, Purbalingga di timur, Banyumas di selatan, dan Brebes di barat ini bertipe strato. Yang aku lihat kemarin secara periodik mengeluarkan asap hitam yang besar. Hari ini aku tak bisa lihat puncaknya karena mendung. Pemkab, Dinkes, Puskesmas Bumijawa, serta SAR pun bersiap siaga dengan mendirikan posko siaga darurat bencana. Semoga Alloh selalu melindungi kita semua sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Kata wong Tegal, 'Kabeh-kabeh apa jarene sing ngecet mengkreng'.

Rabu, 22 April 2009

Owabong 'Melawan Arus'

Liburan kemarin aku plesir ke Owabong, Purbalingga Jawa Tengah. Pada kunjungan yang ke sekian kali ini sudah banyak wahana baru, sesuai janji pengelolanya bahwa tiap tahun ada dua wahana baru. Ada Pantai Bebas Tsunami, flying fox, studio 3 dimensi, dan yang sedang dalam persiapan (belum beroperasi) adalah kolam air hangat. Wahana lama yaitu olimpic pool, ember tumpah, kolam arus, water boom 13 m, kolam istana air, dll. Wahana yang hilang kolam kano dan atv. Ada juga permainan tembak beregu. Juga ada hiburan musik. Pokoknya sangat cocok untuk rekreasi keluarga.

Rabu, 04 Maret 2009

KKK UNSOED 2008/2009



Baru-baru ini desa kami kedatangan Tim KKK (Kuliah Kerja Kesehatan) dari Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED) Purwokerto. Selama 35 hari itu banyak hal yang dikerjakan oleh mereka, diantaranya adalah Penyuluhan Perilaku Hidup Sehat, membantu pelaksanan Posyandu, kegiatan kebersihan lingkungan, kegiatan sikat gigi siswa SD, pembuatan WC Umum di Balai Desa, dll.

Terima kasih kami ucapkan kepada Mas Galih, Didik, Mbak Putri, Yeni, Farah, Feri, Dedy, Sukma, Filin, dan Sagita, yang telah mewarnai perjalanan desa kami.

Kini mereka telah kembali ke civitas akademikanya untuk melanjutkan study.
Selamat berjuang, Semoga Sukses!