Minggu, 17 Februari 2013

Juara I Lomba LCC Mapel 2013 Kecamatan Bumijawa Kabupaten Tegal

(Faishal Anwar(Fais), Hana Lailatul Syifa, dan Zharfan Onetian Nashrulloh / SD Negeri Bumijawa 01 juara I Lomba LCC Mapel Tahun 2013 Tingkat Kecamatan Bumijawa)

Sabtu, 22 Desember 2012

SUATU HARI DI SLAWI

Angin lisus (puting beliung) di lapangan Dukuhsalam, Slawi, Tegal jadi tontonan warga.

Rabu, 19 September 2012

Lebaran di Krakal

Lebaran di kampung tak lupa plesir-plesir. Kali ini ke bendungan Wadaslintang di Kecamatan Padureso Kabupaten Kebumen. Hanya sekira 13 km dari Krakal. Melewati Sawangan, Wonokromo, Kaliputih, dan Sendangdalem. Jalan yang dilalui lumayan bagus,hanya ada beberapa titik yang rusak. Jalan berliku penuh tanjakan dan tikungan. Asyikkkkkkkkk. Tak usah cepat-cepat karena jalan agak sempit. Kita nikmati pemandangan indah nan hijau di sepanjang perjalanan.

Bendungan yang diresmikan oleh Bapak Presiden Soeharto ini dulu menjadi tempat wisata favorit di sekitar Kebumen pada tahun 80 sampai 90-an. Pulangnya bisa kembali lagi atau mau lewat Prembun. Terserah.

Yah ............ refreshing sambil mengingat masa lalu.

Sabtu, 15 September 2012

BRONJONG DAN TALUT BARU DI KEDUNGBENER KRAKAL

Pulang kampung lebaran kali ini ada yang baru nich ......... (kaya Afika). Yaitu bangunan bronjong dan talut baru di pinggir kali Kedungbener sekitar Pasar Indrakila Krakal (di tempat yang pernah saya tulis sebelumnya). Tujuannya tentu sangat baik yaitu mencegah erosi yang menghabiskan lahan warga dan melindungi pemukiman dari banjir, karena wilayah ini merupakan langganan banjir setiap tahunnya.
Tentu kita selayaknya berterima kasih kepada pemerintah mulai dari kepala desa dan seterusnya atas pembangunan bronjong dan talut ini karena bisa mencegah erosi dan melindungi dari banjir tahunan.
Namun ada hal yang agak terganggu yang terjadi dengan pembangunan talut tersebut, yaitu aktivitas para petani dalam pergi dan pulang ke sawah. Yaitu harus melintas dengan menaiki dan menuruni talut yang agak merepotkan apalagi jika sedang membawa/memikul hasil bumi seperti padi, singkong, atau rumput yang tentunya sangat berat. Belum lagi jika harus menuntun sapi ke sawah untuk membajak nanti di musim menggarap sawah. Tetapi yang penting kita cari solusinya untuk kebaikan bersama.

Senin, 20 Desember 2010

Erosi Kali Kedungbener Sangat Mengkhawatirkan

Kali Kedungbener mengalir dari wilayah kecamatan Sadang sampai kecamatan Buluspesantren kabupaten Kebumen melewati kecamatan Alian juga Kebumen. Kali yang merupakan anak dari Kali Lukulo ini mempunyai sifat yang sama dengan induknya. Lukulo kira-kira artinya "lekukan tubuh ular" maksudnya bentuknya berkelok-kelok seperti ular yang sedang berjalan. Kali Kedung bener ini juga demikian, berkelok-kelok bahkan bergeser-geser dengan "memakan" tanah disekitarnya alias erosi.

Erosi di Kali Kedungbener terjadi hampir di semua wilayah alirannya (DAS). Sebetulnya pemda kabupaten Kebumen sudah banyak membuat bronjong di sepanjang bantaran kali ini, namun masih ada wilayah yang belum dibronjong sehingga masih terkena erosi.

Wilayah erosi yang saya ambil gambar di atas terletak di desa Krakal RT 02 RW 03. Sebenarnya sekira 500 meter di atas dan dibawah wilayah tersebut sudah dibronjong juga, namun wilayah ini belum. Memang wilayah yang erosi ini "hanya" lahan pertanian warga yang tidak mengganggu pemukiman penduduk maupun jalan raya Krakal-Kebumen. Akan tetapi bukankah aset warga yang merupakan sumber pendapatan mereka harus dilindungi? Selain itu juga untuk menjaga lingkungan dari kerusakan.
Semoga Pemda Kebumen segera membuat bronjong di wilayah tersebut.