Rabu, 19 September 2012

Lebaran di Krakal

Lebaran di kampung tak lupa plesir-plesir. Kali ini ke bendungan Wadaslintang di Kecamatan Padureso Kabupaten Kebumen. Hanya sekira 13 km dari Krakal. Melewati Sawangan, Wonokromo, Kaliputih, dan Sendangdalem. Jalan yang dilalui lumayan bagus,hanya ada beberapa titik yang rusak. Jalan berliku penuh tanjakan dan tikungan. Asyikkkkkkkkk. Tak usah cepat-cepat karena jalan agak sempit. Kita nikmati pemandangan indah nan hijau di sepanjang perjalanan.

Bendungan yang diresmikan oleh Bapak Presiden Soeharto ini dulu menjadi tempat wisata favorit di sekitar Kebumen pada tahun 80 sampai 90-an. Pulangnya bisa kembali lagi atau mau lewat Prembun. Terserah.

Yah ............ refreshing sambil mengingat masa lalu.

Sabtu, 15 September 2012

BRONJONG DAN TALUT BARU DI KEDUNGBENER KRAKAL

Pulang kampung lebaran kali ini ada yang baru nich ......... (kaya Afika). Yaitu bangunan bronjong dan talut baru di pinggir kali Kedungbener sekitar Pasar Indrakila Krakal (di tempat yang pernah saya tulis sebelumnya). Tujuannya tentu sangat baik yaitu mencegah erosi yang menghabiskan lahan warga dan melindungi pemukiman dari banjir, karena wilayah ini merupakan langganan banjir setiap tahunnya.
Tentu kita selayaknya berterima kasih kepada pemerintah mulai dari kepala desa dan seterusnya atas pembangunan bronjong dan talut ini karena bisa mencegah erosi dan melindungi dari banjir tahunan.
Namun ada hal yang agak terganggu yang terjadi dengan pembangunan talut tersebut, yaitu aktivitas para petani dalam pergi dan pulang ke sawah. Yaitu harus melintas dengan menaiki dan menuruni talut yang agak merepotkan apalagi jika sedang membawa/memikul hasil bumi seperti padi, singkong, atau rumput yang tentunya sangat berat. Belum lagi jika harus menuntun sapi ke sawah untuk membajak nanti di musim menggarap sawah. Tetapi yang penting kita cari solusinya untuk kebaikan bersama.

Senin, 20 Desember 2010

Erosi Kali Kedungbener Sangat Mengkhawatirkan

Kali Kedungbener mengalir dari wilayah kecamatan Sadang sampai kecamatan Buluspesantren kabupaten Kebumen melewati kecamatan Alian juga Kebumen. Kali yang merupakan anak dari Kali Lukulo ini mempunyai sifat yang sama dengan induknya. Lukulo kira-kira artinya "lekukan tubuh ular" maksudnya bentuknya berkelok-kelok seperti ular yang sedang berjalan. Kali Kedung bener ini juga demikian, berkelok-kelok bahkan bergeser-geser dengan "memakan" tanah disekitarnya alias erosi.

Erosi di Kali Kedungbener terjadi hampir di semua wilayah alirannya (DAS). Sebetulnya pemda kabupaten Kebumen sudah banyak membuat bronjong di sepanjang bantaran kali ini, namun masih ada wilayah yang belum dibronjong sehingga masih terkena erosi.

Wilayah erosi yang saya ambil gambar di atas terletak di desa Krakal RT 02 RW 03. Sebenarnya sekira 500 meter di atas dan dibawah wilayah tersebut sudah dibronjong juga, namun wilayah ini belum. Memang wilayah yang erosi ini "hanya" lahan pertanian warga yang tidak mengganggu pemukiman penduduk maupun jalan raya Krakal-Kebumen. Akan tetapi bukankah aset warga yang merupakan sumber pendapatan mereka harus dilindungi? Selain itu juga untuk menjaga lingkungan dari kerusakan.
Semoga Pemda Kebumen segera membuat bronjong di wilayah tersebut.

Rabu, 06 Oktober 2010

Objek Wisata Baru di Bumijawa

Selama ini jika kita bicara objek wisata di Tegal bagian selatan adalah Pemandian Air Panas Guci.

Namun sekarang ada objek wisata baru yang terletak di Bumijawa. Namanya Sulaku Bumijawa Park.
Objek wisata ini bisa memecah keramaian dan kemacetan Guci terutama saat lebaran.


Selain udara yang sejuk dan segar, di sana tersedia berbagai fasilitas seperti kolam pemandian (air dingin) dengan prosotan dan ember tumpah, ada flying fox bahkan 2 tempat, ada kolam pemancingan, mengendarai atv di kebun strawberi, aneka bibit pertanian dan bunga, bahkan ada pula jamu tradisional, dll.

Namun karena masih baru jadi masih banyak dilakukan pembenahan dan penambahan fasilitas baru.

Nah, bagi anda yang mau berlibur bersama keluarga, di sini bisa menjadi tempat wisata alternatif selain Guci.

Rabu, 15 September 2010

Bronjong

Orang Krakal dan sekitarnya pasti mengenal tempat yang bernama Bronjong. Bronjong adalah kali di sebelah utara pasar Indrakila (bagian dari kali Kedungbener) yang sejak aku kecil tepinya diberi beronjong untuk mencegah erosi.

Waktu aku kecil Bronjong adalah tempat favorit untuk mandi, karena airnya yang dalam. Kami biasa mandi dan bermain di sana berjam-jam sampai kulit berwarna ungu (saking hitamnya kepanasan). Kami melompat dari jalan raya ke kali dengan sensasi yang luar biasa karena tebingnya yang tinggi.

Sekarang Bronjong sudah tidak begitu dalam. Mungkin karena pendangkalan atau debit airnya yang menurun. Hal ini bisa disebabkan penggundulan hutan di daerah hulu sungai Kedungbener. Bahkan sempat terjadi banjir bandang pada bulan Mei lalu.

Bronjong sekarang sudah tidak dipakai untuk mandi, tetapi menjadi tempat pemancingan umum walaupun aku tak yakin banyak ikannya. Di situ terdapat himbauan yang dibuat oleh Karang Taruna Indera Bhakti Krakal SubRW IV yang berisi larangan mencari ikan dengan racun, strum, peledak, dll. Hal ini sangat baik sebagai salah satu usaha menjaga kelestarian lingkungan.
Selamat memancing ria!